Jenis Kanker
Kanker Leher Rahim, Pencegahan, dan Deteksi Dini
Disampaikan
oleh dr. Nasdaldy, SpBOnk dalam Seminar Sehari Deteksi Dini Kanker
Payudara dan leher Rahim di RS Kanker Dharmais, tanggal 21 Juli 2011
Anatomi
Leher
rahim adalah bagian paling bawah dari rahim. Leher rahim merupakan
ujung atau muara dari liang senggama atau vagina. Dapat dijelaskan juga
bahwa leher rahim menghubungkan antara rahim dan vagina.
Pengertian
Kanker leher rahim merupakan kanker yang terjadi di leher rahim. Sel-sel di leher rahim berubah sifat menjadi ganas.
Data Kasus Kanker Leher Rahim
490.000
wanita di dunia didiagnosa menderita kanker leher rahim, 240.000
diantaranya mengalami kematian. 80 % penderita berada di Negara
berkembang. (WHO,2002)
Saat
ini di RS Kanker Dharmais, kanker serviks menduduki peringkat ke 2 dari
seluruh kanker tersering yang diderita oleh wanita.
Penyebab
Hingga
saat ini kanker leher rahim diindikasikan penyebabnya karena HPV (
Human papilloma Virus ) tipe 16 dan 18. Hal ini dikarenakan karena pada
penderita kanker serviks, 99 % ditemukan HPV.
Cara penularan HPV :
• Kontak seksual --> mayoritas
• Kontak non seksual ( dari ibu ke bayi saat dilahirkan, alat-alat medis yang tidak steril, toilet umum)
Faktor Risiko :
• Menikah atau melakukan kontak seksual di usia yang sangat muda (usia < 18 tahun )
• Melahirkan banyak anak
• Berganti-ganti pasangan seksual
• Merokok (aktif maupun pasif)
• Riwayat menderita PMS ( Penyakit Menular Seksual )
• Infeksi HPV
• Mempunyai pasangan yang menderita : kanker serviks,kutil kelamin
• Pasangan mempunyai patner seks sebelumnya yang menderita kanker serviks
• Menderita infeksi yang lama di organ reproduksi
• Mempunyai kekebalan tubuh yang rendah (karena obat-obatan, penyakit ex. AIDS)
Tanda dan Gejala :
• Pada stadium dini seringkali tak ada gejala apapun
•
Perdarahan per vaginam abnormal ( perdarahan setelah hubungan seksual,
perdarahan diantara periode menstruasi, jumlah darah menstruasi
banyak).
• Keputihan abnormal (kuning putih, berbau)
• Low back pain (sakit di tulang belakang )
• Nyeri Cervical ( saat jari atau penis dimasukkan ke dalam vagina )
• Nyeri saat berhubungan seksual.
• Nyeri saat BAK pada keadaan yang lanjut
Tanda dan gejala jika kanker sudah dalam keadaan lanjut :
• Sulit BAK ( Buang Air Kecil ) dan mungkin gagal ginjal.
• Nyeri BAK dan kadang2 kencing darah .
• Bengkak di kaki .
• Diarrhea, atau nyeri di daerah anus atau BAB berdarah
• Mual, lemas, BB turun, nafsu makan turun, dan terasa nyeri.
• Konstipasi (sulit buang air besar)
• Lubang Abnormal di leher rahim (fistula)
• Pembesaran kelenjar limphe (kelenjar getah bening ) di leher atau ketiak.
• Penyebaran lanjut ke tulang , paru m usus atau otak memberikan tanda – tanda abnormal.
Pencegahan :
• Melakukan perilaku seks yang sehat ( menjaga kebersihan, tidak berganti-ganti pasangan)
• Melakukan deteksi dini dengan pap smear dan IVA setahun sekali bagi yang telah menikah atau telah melakukan kontak seksual.
• Melakukan vaksinasi HPV ( dapat diberikan mulai usia 9 tahun)
Deteksi Dini :
Kanker
serviks dapat diobati jika ditemukan dalam stadium dini. Stadium dini
dapat ditemukan dengan melakukan pemeriksaan pap smear tiap 1 tahun
sekali.
_____________________________________________________________________________________________________________
DETEKSI DINI KANKER KOLOREKTAL (USUS BESAR DAN RECTUM )
Disampaikan oleh dr. Fajar Firsyada, SPB KBD (Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestif ) dalam kegiatan PKRS (Penyuluhan Kesehatan RS ) Juli 2011
Daftar Istilah dan Pengertian
• Mutasi : perubahan sel normal menjadi abnormal
• Karsinogenesis : proses terjadinya kanker
• Karsinogen : bahan / zat yang dapat mengubah sel normal menjadi kanker
• Screening / pemilahan : upaya mendeteksi kanker dalam populasi
• Deteksi dini : menemukan kanker pada tahapan / stadium dini/awal
• Kanker colorectal : pertumbuhan sel kanker di daerah colon (usus besar) dan rectum (daerah di atas anus)
Pertumbuhan (pembelahan sel kanker)
–
Kanker adalah sel yang melakukan proliferasi (pertumbuhan dengan
melakukan pembelahan) yang terus menerus tak terkendali dan tidak
mempunyai fungsi secara fifiologis. Penampakan kanker adalah berupa
benjolan.
– Satu juta sel kanker = ujung jarum
– Satu milyar sel kanker = sebesar buah anggur
Angka kesakitan Kanker Usus
Menurut
data dari Departemen Kesehatan tahun 2009, kanker colorectal menduduki
peringkat ke 2 terbanyak dari kanker yang diderita laki-laki. Untuk
daerah Jakarta, kanker colorectal mendudki posisi ke 3 dar seluruh
kanker yang diderita ole laki-laki maupun perempuan. Sedangkan dari data
RS Kanker Dharmais dari tahun 2005 – 2007, kanker colorectal menduduki
peringkat ke 3 pada laki-laki dan peringkat ke 4 pada perempuan. Kanker
colorectal banyak diderita di rentang usia 40 – 59 tahun.
Gejala dan tanda
• Perubahan pola defekasi / BAB
• BAB berdarah
• Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
• Nyeri / kolik abdomen
• Anemia, pasien tampak pucat
Penyebab dan faktor risiko
• Faktor keturunan ( 3 – 6 % )
• Riwayat kanker kolon pada keluarga dekat.
•
Penyakit FAP (Familial Adenomatous Polyposis) (terjadi dalam
keluarga); memiliki risiko 100% untuk terjadi kanker kolorektal
sebelum usia 40 tahun, bila tidak diobati.
•
HNPCC (Hereditary Non Polyposis Colorectal Cancer) - penyakit kanker
kolorektal non polip yang menurun dalam keluarga, atau sindroma Lynch
• Diet rendah serat, tinggi lemak
• Usia. Risiko meningkat dengan bertambahnya usia. Paling banyak pada umur 60 - 70 tahun
• Adanya polip pada kolon, khususnya polip jenis adenomatosa.
• Riwayat kanker kanker kolon dalam keluarga
• Ditemukan kejadian kanker ovarium (indung telur), kanker uterus, dan kanker payudara dalam keluarga
• Mengidap penyakit kolitis (radang kolon) ulseratif yang tidak diobati.
• Kebiasaan makan daging (merah)
• Kurang konsumsi buah-buahan serta sayuran serta ikan
• Kurang beraktifitas fisik.
• Berat badan berlebihan (overweight)
• Kebiasaan merokok
• Kurang olah raga dan obesitas
•
Memasak daging dalam temperatur/suhu tinggi → merangsang zat kimia
(heterocyclic amines/HCAs) yang dapat memicu terjadinya kanker
colorectal. HCAs ini seringkali ditemukan pada makanan yang dimasak di
rumah
• Makanan tinggi lemak
•
Akrilamid Bahan kimia dalam bentuk butiran kristal atau cairan yang
banyak digunakan pada pembuatan kertas, dyes dan plastik atau sebagai
pada proses pengolahan air minum dan sampah.
• Menggoreng/membakar/merebus pada temperatur tinggi – contoh pada : FRENCH FRIES --> merangsang pembentukan akrilamid
• Formalin
• Makanan yang dapat memicu kanker colorectal : alcohol, daging, lemak, garam, sukrosa
Penanganan Medis
• Pembedahan : terapi utama
- Dilakukan oleh Ahli Bedah Digestif
• Kemoterapi
– Dilakukan oleh Ahli Onkologi Medik
• Radioterapi (pada kanker rektum):
– Dilakukan oleh Ahli Radioterapi
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi
dini diperlikan untuk menemukan kanker dalam stadium dini / awal
sehingga pengobatan dapat optimal dengan hasil dan prognosa yang baik.
Jika kanker ditemukan dalam keadaan lanjut, maka akan mempunyai prognosa
yang buruk dan hasil therapy yang tidak memuaskan. Data RSCM (RS Cipto
Mangunkusumo) tahun 2009 menunjukkan bahwa mayoritas penderita kanker
colorectal memeriksakan kondisinya ketika kanker sudah dalam stadium
lanjut.
Bagaimana mendeteksinya?
• Pemeriksaan rektal dengan jari (Digital Rectal Exam) dilakukan oleh dokter
• Pemeriksaan darah dalam tinja / darah samar
• Pemeriksaan rontgen dengan barium enema
• Endoskopi / Kolonoskopi
• “Virtual Colonoscopy” atau CT Scan.
• Pemeriksaan DNA Tinja (dalam penelitian).
Pencegahan
• Memperbaiki gaya hidup dan pola makan
• Olah raga teratur
• Memperbanyak mengkonsumsi buah, sayur, dan makanan berserat
• Hindari rokok
• Mengurangi makanan berlemak dan fast food
• Memperhatikan cara memasak yang benar jangan memasak dalam temperature tinggi dan lama
• Makanan yang mengandung antioksidan dapat menurunkan risiko terjadinya kanker colon
• Melakukan deteksi dini setelah usia 40 tahun atau jika terdapat faktor risiko
Kesimpulan
• Kanker Usus besar adalah jenis kanker yang paling dipengaruhi oleh lingkungan dan gaya hidup
• Diperlukan waktu 15-20 tahun untuk menjadi kanker : DAPAT DICEGAH dan DITEMUKAN SECARA DINI
• Pembedahan adalah terapi utama (bila memungkinkan)
• Pengobatan terutama kemoterapi sudah amat maju sehingga harapan hidup lebih baik (masalah: masih amat mahal)
____________________________________________________________________________________________________________
Kanker Hati dan Pencegahannya
Hepatitis
B merupakan faktor terbesar terjadinya kanker hati. Angka penderita
Hepatitis B di dunia cukup timggi. Sebanyak 632.000 kasus baru ditemukan
secara global dengan angka kematian mencapai 396.000 setiap tahun
(data 2008). Di RS Kanker Dharmais, kanker hati menduduki peringkat ke 3
pada kanker tersering yang diderita pria dan menduduki peringkat ke 10
pada kanker tersering yang diderita wanita.
Kanker
hati primer biasanya dikenal sebagai Hepatocellular Carcinoma (HCC)
merupakan bentuk kanker yang umum ditemukan di seluruh dunia. Kanker
jenis ini biasanya menjangkiti orang yang memiliki kelainan hati atau
sirosis hati.
Anatomi Hati
Hati
merupakan organ pencernaan terbesar dalam tubuh manusia. Berat organ
hati pada manusia dewasa sekitar 1400-1600 gram, yaitu sekitar 2,5 %
dari berat tubuh. Hati terletak di bawah paru-paru kanan dan dilindungi
oleh tulang rusuk.
Fungsi hati
• Berperan dalam proses pembuatan protein.
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan sel. Hati bertanggung jawab atas produksi dari 90% protein plasma.
• Sebagai tempat penyimpanan.
Hati
menyimpan karbohidrat, zat besi, dan vitamin yang berguna saat tubuh
memerlukan. Hati juga menyimpan dan melepas glukosa dari dan ke dalam
darah untuk emnyediakan energi bagi tubuh.
• Memproduksi cairan empedu.
Empedu adalah zat yang membantu pencernaan dan penyerapan makanan.
• Tempat detoksifikasi dan penguraian zat
Hati
mengurai zat-zat kimia yang masuk ke dalam tubuh seperti alcohol,
obat-obatan, dan produk buangan dari tubuh. Hati juga mengurai sel darah
merah yang mati menjadi zat yang mewarnai urine dan feses.
Faktor Risiko Penyebab Kanker Hati
• Infeksi virus Hepatitis B dan C
70 % kanker hati disebabkan oleh infeksi virus Hepatitis B
• Konsumsi alkohol yang berlebihan
•
Penggunaan jarum suntik bergantian pada pengguna narkoba dapat
meningkatkan risiko paparan infeksi virus Hepatitis B dan C
• Paparan racun jamur (aflatoksin) yaitu jamur yang ditemukan dalam kacang tanah
• Penyakit perlemakan hati non alkoholik
• Obesitas
• Penggunaan steroid anabolic dalam jangka waktu yang lama
• Hemokromatosis atau penyakit turunan dengan akumulasi zat besi dalam organ
• Pria mempunyai risiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker hati. Perbandingan pria : wanita = 3 : 1
Gejala dan Tanda Kanker Hati
• Nyeri dan rasa tidak nyaman di perut kanan atas. Rasa sakit dapat menyebar ke bagian punggung dan bahu
• Warna kuning pada kulit, mata, dan selaput lender dalam mulut.
• Pusing, mual dan muntah
• Teraba benjolan di perut kanan bagian atas.
• Perut membesar dan terasa begah
• Gatal pada kulit
• Hilangnya nafsu makan dan turunnya berat badan secara drastis
• Rasa lelah dan kurang energi
• Feses berwarna putih pucat seperti tanah liat
• Urine keruh dan berwarna gelap seperti air teh
Penanganan Kanker Hati
Pilihan
pengobatan untuk kanker hati tergantung dari beberapa hal , tergantung
dari besar tumor, stadium, fungsi hati, umur pasien , dan kondisi
kesehatan secara umum. Penanganan yang dilakukan biasanya berupa :
• Pembedahan
• Transplantasi hati
• Ablasi perkutan
• Kemoembolisasi
• Terapi sisitemik dengan sitostatika
Tidak
semua kanker dapat dicegah. Tetapi jika kita mengetahui faktor risiko,
kita dapat melakukan deteksi dini untuk menemukan kanker sedini mungkin
sehingga medis dapat mengatasi sebaik mungkin dengan prognosa yang
baik. Begitupun pada kanker hati, kita dapat melakukan deteksi dini.
Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker Hati
•
Melakukan pemeriksaan HBsAg dan anti HCV untuk mengetahui apakah kita
terinfeksi virus Hepatitis B atu C yang merupakan salah satu factor
penyebab kanker hati
• Melakukan pemeriksaan USG perut
• Melakukan pemeriksann tumor marker
• Tidak mengkonsumsi alkohol
• Menjaga berat badan ideal dengan olah raga
• Menjaga pola makan dan hidup seimbang
• Bagi yang pernah menderita hepatitis, lakukan pemeriksaan secara rutin
_____________________________________________________________________________________________________________
Tanda dan Gejala Kanker Payudara
Berdasarkan data dari rekam
medis RS Kanker Dharmais 2010, saat ini kanker payudara merupakan kanker
yang paling banyak diderita oleh perempuan. Di RS Dharmais sendiri,
kanker payudara menduduki peringkat pertama dari 10 kanker terbesar.
Hampir 85% pasien kanker payudara datang ke rumah sakit dalam keadaan
stadium lanjut. Hal ini akan mempengaruhi prognosis dan tingkat
kesembuhan pasien. Padahal jika kanker payudara ditemukan dalam stadium
awal, maka tingkat kesembuhan pasien akan sangat baik.
Untuk
menemukan kanker payudara dalam stadium awal, yang diperlukan adalah
deteksi dini. Dianjurkan kepada perempuan di bawah usia 35 tahun untuk
melakukan USG payudara dan perempuan dengan usia di atas 35 tahun
dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan mammografi satu tahun sekali.
Dengan melakukan deteksi dini maka jika akan mudah ditemukan jika ada
tumor dalam ukuran yang masih kecil sekalipun dan akan lebih cepat
dilakukan tindakan pengobatan ataupun operasi.
Pencegahan
merupakan hal yang paling penting daripada pengobatan. Pencegahan juga
jauh lebih murah daripada pengobatan.Untuk mencegah kanker payudara, ada
hal yang sangat mudah dan tanpa harus mengeluarkan biaya. Pencegahan
tersebut adalah dengan melakukan SADARI ( Periksa Payudara Sendiri)
secara rutin setiap bulan. Tentang SADARI telah dijelaskan dalam artikel
mengenai SADARI.
Pada
saat melakukan SADARI, jika ditemukan tanda-tanda kanker payudara, maka
hendaknya langsung memeriksakan diri ke RS untuk melakukan pemeriksaan
diagnostik lebih lanjut.
Tanda-tanda kanker payudara adalah :
• Teraba benjolan di payudara. Benjolan seringkali tidak berasa nyeri
• Terdapat perubahan tekstur kulit payudara.Kulit payudara mengeras dengan permukann seperti kulit jeruk
• Terdapat luka yang tidak kunjung sembuh
• Keluar cairan dari putting
• Terdapat cekungan ataupun tarikan di kulit payudara
Setiap
perempuan mempunyai risiko untuk terkena kanker payudara. Namun ada
beberapa perempuan yang mempunyai faktor risiko lebih tinggi untuk
terkena kanker payudara dibandingkan dengan perempuan lain. Faktor
risiko artinya faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya kanker
payudara pada perempuan. Jika seorang perempuan mempunyai faktor risiko,
belum tentu dia akan terkena kanker payudara. Namun seorang perempuan
tadi mempunyai peluang yang lebih besar untuk terkena kanker payudara
dibandingkan dengan perempuan yang mempunyai faktor risiko rendah dalam
dirinya.
Faktor-faktor risiko yang memungkinkan terjadinya kanker payudara adalah :
• Perempuan yang tidak menikah, tidak hamil, dan tidak menyusui
• Perempuan dengan riwayat tumor jinak payudara
• Perempuan yang mempunyai keluarga garis keturunan ibu (ibu, bibi, saudara perempuan) yang menderita kanker payudara
• Perempuan yang menggunakan KB hormonal (pil, suntik)
• Sering mengkonsumsi makanan berlemak
• Perempuan yang menstruasi pertama kali di bawah usia 12 tahun
• Perempuan yang menopause di atas usia 50 tahun







